Senin, 03 Agustus 2009

Tanaman Rempah

Salam Koja / daun kari/daun temurui/murraya koenigi adalah salah satu dari sekian banyak tanaman rempah di Indonesia yang dapat digunakan bagian bagian pohonnya sebagai rempah maupun obat.
Pohon salam koja belum banyak dikenal di Indonesia.
Hanya beberapa daerah seperti Aceh dan sumatera barat yang sudah mengenal pohon salam koja ini dengan baik sebab umumnya di daerah ini daun salam koja digunakan sebagai rempah penyedap masakan.
Daerah penyebaran pohon salam koja yang paling luas yaitu di Asia selatan terutama di daerah Himalaya dan India. Areal penyebarannya merupakan kelompok hutan belukar yang dipenuhi dengan pohon murraya koenigie/salam koja.Oleh karena ketersediaannya yang cukup ,maka di India penggunaannya sangat umum untuk semua jenis masakan.Daunnya yang beraroma segar dan wangi sebenarnya juga dapat digunakan sebagai rempah pada berbagai jenis masakan di Indonesia, namun hal ini belum luas diketahui.
Di Indonesia daun salam koja ini baru digunakan pada masakan masakan tertentu saja,misalnya hidangan kari ayam,ayam goreng plus daun salam koja ,kari kambing dan beberapa masakan lainnya.
Dalam pengembangan yang dilakukan oleh kalangan pencinta kuliner, guru tataboga maupun mahasiswa SJMP IPB bogor ternyata daun salam koja memberikan sentuhan rasa dan aroma yang menarik bagi setiap hasil olahan makanan, diantaranya pada :
  • Kuah Soto
  • Sop Ikan
  • Oseng tempe
  • pepes ikan
  • Goreng ikan teri tepung
  • Kue koja stick (mirip keju stick)
  • Kacang bawang
  • kojassavakriuk
  • dll.
Tidak berlebihan jika kemudian daun salam koja ini mulai di lirik pencinta kuliner Indonesia dan
di beberapa super market daun salam koja ini pun sudah mulai di jual.

Pohon Salam koja memiliki rimbunan dahan yang kecil dan menyebar hingga 2,5 m tinggi pohon dan dapat menjadi pohon pelindung, pada usia 4 tahun diameter batang dapat mencapai 3,5-5 cm.

Hampir tiap bagian dari tanaman ini memiliki karakteristik bau yang sangat kuat,batang induk berwarna hijau tua hingga kecoklatan dan ditandai dengan banyak titik,kulit kayu dapat dilepas membujur dan bilamana kulit kayu disingkap maka bagian dalam kayu berwarna putih ,serta diameter batang maksimal dalam pertumbuhan mencapai 16 cm.
Cara budidaya dari biji,dan pemeliharaannya cukup air,tanah lembab,dan diberi pupuk ,biasanya berbunga pada akhir musim semi,dan awal musin panas.
Daun salam koja (curry leaf), selain sebagai bahan rempah rempah, juga digunakan untuk perawatan berbagai jenis penyakit pada sistim pengobatan tradisional. Kandungan zat (stimulant) yang di miliki salam koja/murraya koenigie antara lain; anti disentri, anti diabetes,anti oksidan, kaya zat anti atheroclerotic dan hypolipidaemic.
Secara tradisional,daun,kulit kayu dan akar dari tanaman salam koja digunakan sebagai obat kuat ( tonic)dan obat sakit perut ( stomachic).
Kulit kayu dan akar tanaman salam koja digunakan sebagai perangsang penyembuhan bintil bintil yang diakibatkan oleh gigitan binatang beracun,sedangkan batangnya terkenal luas digunakan untuk membersihkan dan menguatkan gigi serta menguatkan gusi. Selain itu digunakan sebagai bahan obat untuk menyembuhkan borok,masuk angin,borok parah/prambusia,sakit kepala,diare serta disentri,sebagai obat cacing,juga sebagai obat luka bakar,meringankan mual dan muntah.
Unsur kimia yang diketahui pada tumbuhan ini diantaranya alkaloids,glycosides,saponin flavonoid,berbagai mineral dan minyak minyak yang mudah menguap.
Bahkan diketahui daun salam koja juga mengandung antimikroba untuk menghambat enzim pemicu penyakit prostat..Peneliti
Menurut penelitian, didalam 1 kg buah salam koja terdapat kandungan vitamin C yang lebih tinggi dibandingkan dengan kandungan vitamin c pada buah buahan lainnya.







silahkan lihat selanjutnya...